2.07.2011

Agama?!

"Ok thanks..kalau akhirnya semua tergantung manusianya,bukan agamanya,knpa agama seseorang dipermasalahkan...?," Sudjiwo Tedjo ~twitter.

Hmm.. Bagaimana respond anda? Apakah memang begitu? Ketika agama bukan lagi menjadi sebuah polemik diantara masyarakat? Apa yang terjadi ketika agama membunuh anda? Bisa diumpamakan seperti Tuhan Yesus ~Katolik, di mana, karena pengakuan-Nya sebagai Tuhan bagi semua orang, Ia justru dibunuh ~disalibkan.
Bagaimana dengan Buddha? Ia dipuja selama hidupnya, dengan ketenangan lahir dan batin yang ditularkan kepada sejuta umat-Nya.
Bagaimana dengan Allah? Ia meneruskan ajarannya melalui Para Nabinya, yang memang tidak jauh berbeda dengan Katolik.
Dewa/Dewi Hindhu? Silahkan pilih, Brahma, Syiwa, lalu?

Semua itu adalah ajaran DUNIAWI. Sebatas pada pemahaman yang bisa dimengerti oleh KITA ~manusia. Kita tidak bisa menembus langit ke-tujuh, seperti yang Dewa19 nyanyikan. Kita hanya terkungkung pada POLA PIKIR SEMPIT MANUSIA. Yang hanya melihat agama sebatas pada apa yang ada didepan mata, tertulis di buku ini/itu, diajarkan di berbagai tempat ibadah, lalala. Apakah hanya itu SAJA?

Sungguh sempit pikiran KITA ~manusia, apakah kita mau melihat sesuatu diluar itu? Tentu saja tidak, apalagi bagi masyarakat Indonesia, yang cenderung melihat semuanya pada satu sisi mata uang saja, tidak ingin sekedar membaliknya dan melihat kenyataan pada sisi lainnya. Keterbatasan manusia yang sebatas otaknya yang sebesar genggaman keduatangannya. Bagaimana dengan hal yang diluar itu.

Berpikirlah dari hal2 yang kecil, sungguh2 kecil. Tuhan itu baik adanya, kepada siapapun mereka yang berbuat baik. Hanya sekedar membuat seseorang tersenyum di pagi hari, akan merubahnya pada hari itu, dan akan berdampak pada hidupnya di hari2 berikutnya. Sungguh hal yang sangat kecil, ketika kita hanya tersenyum manis kepada seseorang yang bisa saja dengan depresi dan membutuhkan bantuan orang lain, namun terlalu enggan untuk memintanya.

Percayalah. Selalu memulai berbagai hal dengan percaya, kepada apapun siapapun kapanpun dimanapun. Hal yang sangat sulit memang untuk dapat percaya kepada Hai~Dunia~Fana ini, tapi mengapa tidak? Jika niat dan tujuan kita baik adanya, semuanya yang menjadi jodoh dan rezeki kita akan datang dengan sendirinya.

Semua itu baik pada waktunya, kita yakin akan kebaikan. Walaupun yang baik bagi satu orang belum tentu baik bagi yang lainnya. Namun ketika sepuluh orang bersama, dan berdoa memohon sesuatu untuk kebersamaannya, hendaklah akan terwujud sesuai dengan waktu dan tempat yang telah diatur oleh-Nya.

Maka, nikmatilah hidup ini.
Naik turun, baik buruk, bagus jelek, cantik tampan, apapun perbandingan itu. Semua itu indah! Sungguh indah. Asal kita mau percaya dan yakin, bahwa semua akan hadir tepat pada waktunya.

Terima kasih, Tuhan.
Bantulah kami untuk terus mencintai-Mu, dengan sungguh.

2 comments:

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

gw setuju sama pemikiran lo....

Nuel Lubis, Author "Misi Terakhir Rafael: Cinta Tak Pernah Pergi Jauh" said...

kontes dari gw.... hadiahnya selain sertifikat+buku gratisnya, eksis dan terkenal+amal di akherat.

http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2011/02/mari-berbuat-suatu-buat-anak-anak.html