2.02.2011

Seorang Ibu

Ibu tersayang..
Janganlah menangis.. janganlah air mata itu jatuh perlahan untuknya.. ia tidaklah pantas kau tangisi, ibu..
Ia hanya lara bagimu..
Jangalah kau perhatikan gerakgerik dan ucapan lidah tak betulangnya..
Ia hanya goresan di hatimu..
Janganlah kau membengkakkan mata elokmu dengan bendungan air asam..
Ia hanya akan tertawa bangga dengan itu..

Ibu tersayang..
Ingatlah saat indah kita bersamanya.. Karena ia lah gerbong terakhirmu..
Ingatlah saat tertawa riang dengan kelakarnya.. Karena ia lah dagelan hidupmu..
Ingatlah saat gurauan keringnya.. Karena ia lah ombak dalam hatimu..
Ingatlah saat godaan mesranya.. Karena ia lah kekasih jiwamu..

Ibu tersayang..
Percayalah, ia akan kembali..
Percayalah, ia akan sadar..
Percayalah, ia akan menyesalinya..
Percayalah, ia masih sayang dengamu..
Percayalah..
Percayalahh..

Ibu tersayang..
Aku disini, untuk mendampingimu.
Itu saja..

Aku sayang Ibu..

No comments: