Saya akan menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani.
Cerita barusan, yang menceritakan hilangnya saya selama (kurang lebih) dua puluh empat jam, masih berlanjut. Karena malam ini saya berair mata sejadi2nya. Takut kehilangan orang (bocah) yang satu ini.
Catatan saja, semalam saya berasap sejadi2nya, dan saya menikmati satu gelas (kecil) sebuah cairan yang berasa panas di leher, perut, dan menyebabkan pusing2 yang cukup lama. Haemm...
Hilangnya saya saja, sudah (selalu) membuatnya panik! Dan memang Ia panik, dan mencari ke seluruh dunia, Terima kasih Tuhan saya sudah ditemukannya. :)
Laporan pun harus saya buat - secara lisan, kepada kekasih saya tercinta. Saya hilang, Ia panik, dan mendiamkan saya! Saya meluncur ke sebuah tempat dimana Ia berada, dengan semangkuk spaghetti tuna pedas dan udang goreng, siap disantapnya! Sogokan pertama berhasil..
Berhasil membuatnya tersenyum dan ya memang masih melankolis sedikit karena kejadian di film kemarin. Haemm... Setidaknya suasana sudah sedikit membaik.
Namun, laporan mengenai cairan itu ada di akhir pertemuan saya dengannya. Alhasil, Ia diam seribu bahasa, dengan wajahnya yang mengencang dan tidak ingin melihat saya.
*PLAK! Saya sudah seperti tertampar, tapi tidak.
Ia hanya DIAM. Bahkan lebih sakit daripada saya di tampar bolak balik.
Caranya memang aneh, dan sangat membuat saya kewalahan. Saya tidak tahu mau berkomentar apalagi. Ia saja terdiam dan terus terdiam, sampai akhirnya saya ingin pulang, duduk di sebuah kendaraan, dan ia duduk di samping saya.
Kami hanya DIAM. Dengan nafasnya yang cepat, saya semakin bingung dan lebih panik.
Saya takut.
Saya takut.
Hampir terucap kata2 yang sangat saya hindari selama ini.
Saya takut, sayang.
Ia memang harus mendapatkan orang yang lebih baik dari saya.
Jauh lebih baik.
Karena saya hanya memberikannya beban dan halangan untuknya.
Maaf, Tuhan.
Apa yang harus saya perbuat?
Saya semakin panik, takut sekali.
Dasar perempuan, air mata saya pun pecah di pelupuk.
Sambil mengucapkan kata maaf, dan maaf, dan maaf.
Maaf, karena saya telah menjadi beban.
Maaf, karena saya selalu merepotkan.
Maaf, karena saya jadi anak manja.
Maaf, karena saya tiak sesuai seperti yang Ia inginkan.
Maaf, karena saya hanya menjadi perempuan egois.
Maaf, Maaf, Maaf.
Seharusnya, Ia mendapatkan yang lebih baik dari saya.
*DHUAR! Pecah lagi air mata itu.
Haemm...
Dan (lagi2) Ia panik!
Dengan rangkulannya itu, saya malah semakin menjadi2.
Diambilnya kunci, dan diantarkannya saya pulang.
Memaksa saya tersenyum, menunjukkan gigi dengan lebar, bermain dengan menggoyangkan mulut kesana kemari, tertawa - sama seperti apa yang saya lakukan untuk menghiburnya seperti biasa.
Dan memang itu berhasil untuk saya.
Terima kasih, Tuhan.
Dan terima kasih, Sayang.
Karena Ia masih selalu setia disamping saya, untuk memarahi saya, mencari saya, melindungi saya, merawat saya, merangkul saya, mencium saya, membawa saya, menertawakan saya, menangisi saya, memikirkan saya, dan selalu menyayangi saya.
Terima kasih, Tuhan.
Saya akan membawa diri saya menjadi saya yang dulu - lebih baik, lebih sehat.
Amin.
It's a personal blog. What you're about to read or you've just read, just leave it here. Pleasure's all mine. Thank you.
11.21.2010
Terima Kasih, Tuhan
Hari ini, Luar Biasa!
Bercampur aduk diantara senang, sedih, dan segala rupa. Sejak semalam memang telepon seluler saya selalu aktif dengan sinyal yang ok (penuh!)Yang ternyata tak ada gunanya, karena telepon seluler saya, tidak dapat (sekali pun) di hubungi, menerima pesan, di telepon atau apapun itulah caranya untuk menghubungi saya.
Saya memang sedang gila kemarin. Acara yang selama ini menjadi sebuah titik balik bagi mahasiswa jurusan saya, telah terjadi kepada saya - sebagai ujung tombak tiga setengah tahun saya belajar. Ternyata, tidak semua orang melihatnya seperti itu.
Adalah sebuah hal yang salah, melihat diputarnya sebuah video zaman dulu di dua layar besar ruangan itu, karena membuat saya dan teman2 yang lain sedih, apalagi seseorang yang sangat berarti untuk saya, kekasih saya.
Ia telah berkeratbat dengan saya sejak pertama kali kami duduk di bangku kuliah, dulu Ia menjadi rival saya, hahaha. Yang ternyata Ia menginginkan jabatan yang dulu pernah saya duduki. Yang ternyata (lagi), waktu itu Ia sedang sakit, sehingga tidak bisa mengikuti jalannya pemilihan. (Maaf, sayang)
Jadilah saya yang duduk di jabatan itu saat itu. Dan kmarin diputarlah sebuah film singkat mengenai perjalanan hidup selama tiga setengah tahun di kota ini. Acara tersebut menjadi salah satunya, yang ternyata Ia tidak ada dalam salah satu video yang menunjukkan saya dengan dua orang wakil lainnya - well, Ia terpilih menjadi wakil saya pada saat itu, Wakil III (tercinta), walaupun saya sempat (sangat) tidak suka dengan Ia. hahahaha. Dan sekarang? Ia adalah kekasih saya. :)
Ke-melankolis-annya kemarin beralasan, ternyata Ia sadar dan menyatakan bahwa ia bukanlah bagian dari jurusan saya (padahal jelas, Ia adalah bagiannya).
Melihat tampilan foto demi foto, memang tidak ada wajahnya.
Haemmm.. Bagaimana ini, Tuhan?
Saya yang duduk berselang satu dengannya, hanya berpikir bagaimana menyelesaikan hari ini dengan baik, titik. Itu saja. Bagaimana ini, Tuhan?
Tidak terpikir oleh saya, Ia terluka dan memang ingin lari saja dari ruangan itu. Jujur, sayang, saya juga ingin segera lari saja, itu saja. Tapi apa mau dikata? Tidak bisa keluar begitu saja dari ruangan besar sore itu.
Dan, akhirnya, selesai acara pun, Ia memang tidak tersenyum manis seperti biasanya dan seperti yang lainnya. Bocah (kekasih) saya yang satu ini, memang selalu terdiam dan mencari ketenangan dengan dirinya sendiri. Yang akhirnya dapat Ia temukan pada salah satu sahabatnya (laki-laki juga, untung!). Pembicaraan itupun hanya terbatas pada mereka berdua, dimana saya harus pulang dan tidak bersua lagi dengannya.
Ketika malam tiba, dimulailah acara di sebuah tempat di kawasan kota ini, diramaikan oleh teman2 terdekat saya (teman2 kuliah) yang berasal dari berbagai latar belakang. Kegalauan hati saya memenangkan malam itu, dibandingkan kelelahan tubuh yang sudah tidak dapat dikendalikan. Dan segeralah saya menyusul ke tempat itu.
Dengan diramaikan teman2 yang (sama) lelahnya dan (sama) ingin bersenang2nya, saya mengikuti arus yang ada, dengan asap dmana2, dan minuman dari berasa sampai tidak berasa. Menikmati Hidup, judulnya malam ini.
Saya melirik ke dalam tas yang berisikan telepon seluler saya, tidak terdapat satu (pun) pesan, panggilan tak terjawab - yah.. Hingga (tengah) malam tiba, tak ada apapun. Walapun saya sudah izin pada Ia, tapi Ia tak berkomentar (ternyata pesannya tidak masuk). Tuhan!
Ada apa dengan telepon seluler saya?
Hingga pagi, siang, menjemput saya, saya tidak menerima satu pesan ataupun panggilan tak terjawab, yah.. Saya melanjutkan saja hibernasi saya di hari minggu (skali lagi tidak ke gereja). Haemmm...
Sore menjelang, pintu saya diketuk dengan kerasnya! Saya pun kaget, dan segera melihat siapakah di luar sana. Ternyata salah satu teman satu atap saya, yang sedang menyampaikan pesan dari kekasih saya - yang notabene sejak semalam telah mencari saya kemana2. Tuhan.
Akhirnya, teman saya pun menemukan saya (yang hilang ini).
Ibu saya dan teman2 lain juga mencari saya, padahal, saya hanya tidur seharian dengan malasnya di kamar saya sendiri.
Terima kasih kepada teman2 dan Ibu saya, saya telah ditemukan. :)
Bercampur aduk diantara senang, sedih, dan segala rupa. Sejak semalam memang telepon seluler saya selalu aktif dengan sinyal yang ok (penuh!)Yang ternyata tak ada gunanya, karena telepon seluler saya, tidak dapat (sekali pun) di hubungi, menerima pesan, di telepon atau apapun itulah caranya untuk menghubungi saya.
Saya memang sedang gila kemarin. Acara yang selama ini menjadi sebuah titik balik bagi mahasiswa jurusan saya, telah terjadi kepada saya - sebagai ujung tombak tiga setengah tahun saya belajar. Ternyata, tidak semua orang melihatnya seperti itu.
Adalah sebuah hal yang salah, melihat diputarnya sebuah video zaman dulu di dua layar besar ruangan itu, karena membuat saya dan teman2 yang lain sedih, apalagi seseorang yang sangat berarti untuk saya, kekasih saya.
Ia telah berkeratbat dengan saya sejak pertama kali kami duduk di bangku kuliah, dulu Ia menjadi rival saya, hahaha. Yang ternyata Ia menginginkan jabatan yang dulu pernah saya duduki. Yang ternyata (lagi), waktu itu Ia sedang sakit, sehingga tidak bisa mengikuti jalannya pemilihan. (Maaf, sayang)
Jadilah saya yang duduk di jabatan itu saat itu. Dan kmarin diputarlah sebuah film singkat mengenai perjalanan hidup selama tiga setengah tahun di kota ini. Acara tersebut menjadi salah satunya, yang ternyata Ia tidak ada dalam salah satu video yang menunjukkan saya dengan dua orang wakil lainnya - well, Ia terpilih menjadi wakil saya pada saat itu, Wakil III (tercinta), walaupun saya sempat (sangat) tidak suka dengan Ia. hahahaha. Dan sekarang? Ia adalah kekasih saya. :)
Ke-melankolis-annya kemarin beralasan, ternyata Ia sadar dan menyatakan bahwa ia bukanlah bagian dari jurusan saya (padahal jelas, Ia adalah bagiannya).
Melihat tampilan foto demi foto, memang tidak ada wajahnya.
Haemmm.. Bagaimana ini, Tuhan?
Saya yang duduk berselang satu dengannya, hanya berpikir bagaimana menyelesaikan hari ini dengan baik, titik. Itu saja. Bagaimana ini, Tuhan?
Tidak terpikir oleh saya, Ia terluka dan memang ingin lari saja dari ruangan itu. Jujur, sayang, saya juga ingin segera lari saja, itu saja. Tapi apa mau dikata? Tidak bisa keluar begitu saja dari ruangan besar sore itu.
Dan, akhirnya, selesai acara pun, Ia memang tidak tersenyum manis seperti biasanya dan seperti yang lainnya. Bocah (kekasih) saya yang satu ini, memang selalu terdiam dan mencari ketenangan dengan dirinya sendiri. Yang akhirnya dapat Ia temukan pada salah satu sahabatnya (laki-laki juga, untung!). Pembicaraan itupun hanya terbatas pada mereka berdua, dimana saya harus pulang dan tidak bersua lagi dengannya.
Ketika malam tiba, dimulailah acara di sebuah tempat di kawasan kota ini, diramaikan oleh teman2 terdekat saya (teman2 kuliah) yang berasal dari berbagai latar belakang. Kegalauan hati saya memenangkan malam itu, dibandingkan kelelahan tubuh yang sudah tidak dapat dikendalikan. Dan segeralah saya menyusul ke tempat itu.
Dengan diramaikan teman2 yang (sama) lelahnya dan (sama) ingin bersenang2nya, saya mengikuti arus yang ada, dengan asap dmana2, dan minuman dari berasa sampai tidak berasa. Menikmati Hidup, judulnya malam ini.
Saya melirik ke dalam tas yang berisikan telepon seluler saya, tidak terdapat satu (pun) pesan, panggilan tak terjawab - yah.. Hingga (tengah) malam tiba, tak ada apapun. Walapun saya sudah izin pada Ia, tapi Ia tak berkomentar (ternyata pesannya tidak masuk). Tuhan!
Ada apa dengan telepon seluler saya?
Hingga pagi, siang, menjemput saya, saya tidak menerima satu pesan ataupun panggilan tak terjawab, yah.. Saya melanjutkan saja hibernasi saya di hari minggu (skali lagi tidak ke gereja). Haemmm...
Sore menjelang, pintu saya diketuk dengan kerasnya! Saya pun kaget, dan segera melihat siapakah di luar sana. Ternyata salah satu teman satu atap saya, yang sedang menyampaikan pesan dari kekasih saya - yang notabene sejak semalam telah mencari saya kemana2. Tuhan.
Akhirnya, teman saya pun menemukan saya (yang hilang ini).
Ibu saya dan teman2 lain juga mencari saya, padahal, saya hanya tidur seharian dengan malasnya di kamar saya sendiri.
Terima kasih kepada teman2 dan Ibu saya, saya telah ditemukan. :)
11.09.2010
9 (fat big) Months!
Thank you, my Dearest-Man.
You're my Best-Man, ever. We've been living together for quite a while, thank you for you time, energy, money, love, and passion for me. Handling me with my complicated life, it's such a huge honor for me. A pleasure, actually.
It has to end, Dearest-Man.
Maybe sooner or later? But, it would be better, if.. If what?
I (really) do not know about it, Dearest-Man.
Our time's running out.
Our time's running out.
Our time's running out.
I'm not in the picture, in how you capture your future.
You're not in the picture, in how I capture my future.
We're living the presents (gift) now.
Thank you, Dearest-God.
Should we be separated?
Should I go?
Should you go?
What should we do?
Just living these presents (gift) life?
Until when?
Whose going to stop it, anyway?
Is it us?
Or maybe the universe?
Am I exaggerating here?
Am I always the one that do the talking?
This talking?
Hmm..
Why you could not be asleep tonight, Dearest-Man?
Were you thinking about this?
(Well, I - really, do not think so)
You have too much in your mind.
I do not want, to be a burden, a barrier, even a dot in your mind.
I (do) love you (very much), indeed.
I miss you (already).
Kisses and Hugs for my Dearest-Man.
*see you in the next life, maybe, we can be together. Give us a chance, Dearest-God.
If it is the thing that he wanted to.
God is ONE, though we're not ONE. Then, let's resemble together, and become ONE.
You're my Best-Man, ever. We've been living together for quite a while, thank you for you time, energy, money, love, and passion for me. Handling me with my complicated life, it's such a huge honor for me. A pleasure, actually.
It has to end, Dearest-Man.
Maybe sooner or later? But, it would be better, if.. If what?
I (really) do not know about it, Dearest-Man.
Our time's running out.
Our time's running out.
Our time's running out.
I'm not in the picture, in how you capture your future.
You're not in the picture, in how I capture my future.
We're living the presents (gift) now.
Thank you, Dearest-God.
Should we be separated?
Should I go?
Should you go?
What should we do?
Just living these presents (gift) life?
Until when?
Whose going to stop it, anyway?
Is it us?
Or maybe the universe?
Am I exaggerating here?
Am I always the one that do the talking?
This talking?
Hmm..
Why you could not be asleep tonight, Dearest-Man?
Were you thinking about this?
(Well, I - really, do not think so)
You have too much in your mind.
I do not want, to be a burden, a barrier, even a dot in your mind.
I (do) love you (very much), indeed.
I miss you (already).
Kisses and Hugs for my Dearest-Man.
*see you in the next life, maybe, we can be together. Give us a chance, Dearest-God.
If it is the thing that he wanted to.
God is ONE, though we're not ONE. Then, let's resemble together, and become ONE.
The (real) World
I'm twenty (20) years old now. Is it the (really) time to grow up? (hell yeah, dear). But the thing is, I really do not know what to do. Really, really.
Less than three (3) months I will be away to United States (Thank you, Dearest God), then? What should I do? Right now, I really should finish my thesis, for the sake of my self and I. Therefore, I can finish my thesis on-time, by January 2011, then go on to United States, maybe extend some quite time there - figuring out what am I going to do with my (so called) LIFE. Then, I'll be handling with the (hectic) hometown - Jakarta. Maybe living and learning about new things over and over again, involving myself into some work with my friends. You know? Serious work! To live my life.
Then, Graduation Day! I'll be having with both of my PARENTS and my little SISTER, then, afterwards, I'll be leaving for Switzerland - Master Degree on Development Studies, The Graduate Institute, Geneva. Followed by taking my parents and my little sister on vacation in Europe. Then? Working in international organization or Doctoral Degree, maybe. :)
Making my parents and my little sister proud of me.
Then, I shall die in peace.
Thank you, God.
Less than three (3) months I will be away to United States (Thank you, Dearest God), then? What should I do? Right now, I really should finish my thesis, for the sake of my self and I. Therefore, I can finish my thesis on-time, by January 2011, then go on to United States, maybe extend some quite time there - figuring out what am I going to do with my (so called) LIFE. Then, I'll be handling with the (hectic) hometown - Jakarta. Maybe living and learning about new things over and over again, involving myself into some work with my friends. You know? Serious work! To live my life.
Then, Graduation Day! I'll be having with both of my PARENTS and my little SISTER, then, afterwards, I'll be leaving for Switzerland - Master Degree on Development Studies, The Graduate Institute, Geneva. Followed by taking my parents and my little sister on vacation in Europe. Then? Working in international organization or Doctoral Degree, maybe. :)
Making my parents and my little sister proud of me.
Then, I shall die in peace.
Thank you, God.
Peri Cintaku (Marcell)
Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
Aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
Tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
10.14.2010
it's getting more and more absurd.
Now, it's time for us to grow up. Enough with the tickling, laughing, hugging, cuddling, and teasing each other. The other day, almost certain, it'll last long (as long as the HIghway 11 Pan-American Highway). But, it's getting more absurd today. You're making me mature enough to see the end of the road. Either as one or as two.
Are we meant to be? The heck, i don't know. Are we suppose to be separated? The hell, i don't know.
Give me ONE reason, Why should i? Why should i go on with or without you?
Make me understand what's on your bald black small head! Tell me.
Are we meant to be? The heck, i don't know. Are we suppose to be separated? The hell, i don't know.
Give me ONE reason, Why should i? Why should i go on with or without you?
Make me understand what's on your bald black small head! Tell me.
9.14.2010
Target Tujuh Bulan!
TARGET BONEKwan & BONEKwati:
1. Menikmati waktu2 terakhir bersama. Mengoptimalkan berbagai kemungkinan yang ada sekarang. Apapun yang ada, adalah yang terbaik diantara saya dan anda, amin. Dengan segala yang ada. Jujur, bahagia memang bersamamu. Namun apa daya? "NEKAT" anda tidak se"NEKAT" saya.
2. Segera berakhir. Sebelum semuanya semakin rumit, sayang. Karena memang tidak akan pergi kemana, masing2 dengan jalannya masing2.
3. Berlari. Sekencang mungkin, entah mengejar matahari, bulan, bintang, atau galaksi lain. Melupakan apapun yang pernah terjadi diantara saya dan anda.
4. Bergerak maju. Tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Mencari, memilih dan menghabiskan waktu seumur hidup dengan siapapun itu.
5. Tuhan memberkati.
*TUHAN! Terima kasih, telah membawa saya kepadanya. Saya bahagia, Tuhan. Terima kasih. Terima kasih, Tuhan.
*TUHAN! Kapan waktu yang tepat, Tuhan? Saya tidak sanggup mengungkapkan ini, Tuhan. Tersangkut bersama tenggorok ujung paru2 kotor saya, Tuhan.
*TUHAN! Kemanakah saya harus pergi? Kepada siapa? Untuk apa, Tuhan? Bimbing kami, Tuhan. Hamba-Mu yang tersesat diantara satu hati.
*TUHAN! Salah siapa ini? Salahkah saya? Sesak jantung ini, sungguh. Apa yang harus saya lakukan, Tuhan? Siapakah dia? Hingga membuat saya seperti ini? Ataukah hanya saya yang begini? Merasakan rasa yang menusuk jantung seperti ini?
*TUHAN! Bawa saya pergi saja. Kemanapun, sejauh mungkin, Tuhan. Lari? Mungkin, tapi hanya lari kepada-Mu, Tuhan.
(Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, Diatas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, Dan ampunilah kesalahan kami, Seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Janganlah masukan kami ke dalam api pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.)
1. Menikmati waktu2 terakhir bersama. Mengoptimalkan berbagai kemungkinan yang ada sekarang. Apapun yang ada, adalah yang terbaik diantara saya dan anda, amin. Dengan segala yang ada. Jujur, bahagia memang bersamamu. Namun apa daya? "NEKAT" anda tidak se"NEKAT" saya.
2. Segera berakhir. Sebelum semuanya semakin rumit, sayang. Karena memang tidak akan pergi kemana, masing2 dengan jalannya masing2.
3. Berlari. Sekencang mungkin, entah mengejar matahari, bulan, bintang, atau galaksi lain. Melupakan apapun yang pernah terjadi diantara saya dan anda.
4. Bergerak maju. Tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Mencari, memilih dan menghabiskan waktu seumur hidup dengan siapapun itu.
5. Tuhan memberkati.
*TUHAN! Terima kasih, telah membawa saya kepadanya. Saya bahagia, Tuhan. Terima kasih. Terima kasih, Tuhan.
*TUHAN! Kapan waktu yang tepat, Tuhan? Saya tidak sanggup mengungkapkan ini, Tuhan. Tersangkut bersama tenggorok ujung paru2 kotor saya, Tuhan.
*TUHAN! Kemanakah saya harus pergi? Kepada siapa? Untuk apa, Tuhan? Bimbing kami, Tuhan. Hamba-Mu yang tersesat diantara satu hati.
*TUHAN! Salah siapa ini? Salahkah saya? Sesak jantung ini, sungguh. Apa yang harus saya lakukan, Tuhan? Siapakah dia? Hingga membuat saya seperti ini? Ataukah hanya saya yang begini? Merasakan rasa yang menusuk jantung seperti ini?
*TUHAN! Bawa saya pergi saja. Kemanapun, sejauh mungkin, Tuhan. Lari? Mungkin, tapi hanya lari kepada-Mu, Tuhan.
(Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, Diatas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, Dan ampunilah kesalahan kami, Seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Janganlah masukan kami ke dalam api pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.)
mengapa ini yang terjadi
Tiada yang salah dengan perbedaan dan segala yang kita punya
Yang salah hanyalah sudut pandang kita, yang membuat kita terpisah
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Mestinya, perbedaan bukan alasan untuk tak saling memahami
Harusnya, cinta bisa member jalan tuk satukan semua harapan
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Mengapa ini yang terjadi?
(Tere feat Valent)
Yang salah hanyalah sudut pandang kita, yang membuat kita terpisah
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Mestinya, perbedaan bukan alasan untuk tak saling memahami
Harusnya, cinta bisa member jalan tuk satukan semua harapan
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Karena tak seharusnya, perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Bukankah kita diciptakan, untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi?
Mengapa ini yang terjadi?
(Tere feat Valent)
8.30.2010
GILA
Udah habis berapa hari ini, mba?
"Bisa dihitung dengan tangan dan kaki kok."
>> Dimanakah saya sebenarnya? Saya memang hilang ditelan apalah itu, dan tidak bisa kembali ke titik dimana saya merasa baik, damai, adem, tentram, dan penuh energi. Kenapa bisa begini? Pertanyaan itu terus muncul, dan memaksa saya untuk berpikir kembali pada titik di mana saya masih menjadi saya. Dan sekarang saya adalah siapa? Andai saya mengerti dan bisa segera menjawabnya, semua pasti akan lebih indah adanya. Saya sangat berharap dan berdoa, untuk dapat kembali pada saya - seorang saya yang selalu tersenyum manis pada siapapun. Dibanding, saya yang selalu ketus dan mengomentari orang lain dengan pedas.
Saya mohon, Tuhan. Kembalikan saya pada saya. Jangan bawa saya pergi.
Pada titik ini, saya berharap untuk menghilang ditelan bumi, dan bawalah saya ke perut bumi sampai hancur berkeping2. Karena merasa tidak berguna bagi siapapun dan apapun. Tidak dapat memperoleh kedamaian yang dulu selalu saya banggakan. Karena saya sekarang sangat mudah berubah dan tidak stabil adanya.
Ada apa dengan semua ini?
Saya kehilangan pegangan, untuk dapat berputar kembali dengan waktu dan irama dunia. Sekarang saya sangat menikmati duduk diam, dan melamun saja. Shit.
Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begitu?
"Bisa dihitung dengan tangan dan kaki kok."
>> Dimanakah saya sebenarnya? Saya memang hilang ditelan apalah itu, dan tidak bisa kembali ke titik dimana saya merasa baik, damai, adem, tentram, dan penuh energi. Kenapa bisa begini? Pertanyaan itu terus muncul, dan memaksa saya untuk berpikir kembali pada titik di mana saya masih menjadi saya. Dan sekarang saya adalah siapa? Andai saya mengerti dan bisa segera menjawabnya, semua pasti akan lebih indah adanya. Saya sangat berharap dan berdoa, untuk dapat kembali pada saya - seorang saya yang selalu tersenyum manis pada siapapun. Dibanding, saya yang selalu ketus dan mengomentari orang lain dengan pedas.
Saya mohon, Tuhan. Kembalikan saya pada saya. Jangan bawa saya pergi.
Pada titik ini, saya berharap untuk menghilang ditelan bumi, dan bawalah saya ke perut bumi sampai hancur berkeping2. Karena merasa tidak berguna bagi siapapun dan apapun. Tidak dapat memperoleh kedamaian yang dulu selalu saya banggakan. Karena saya sekarang sangat mudah berubah dan tidak stabil adanya.
Ada apa dengan semua ini?
Saya kehilangan pegangan, untuk dapat berputar kembali dengan waktu dan irama dunia. Sekarang saya sangat menikmati duduk diam, dan melamun saja. Shit.
Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begitu?
8.29.2010
2 Korintus 6:14
Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
>> What should i say, dearest-man?
Basically, i have nothing to say. Just wondering what is all about. Balance means parametically equal. Well, we're equally human beings - created by The Greatest One. The One and Only.
But, The Greatest One do us together. What's the future? What's going to happen? It's a mystery indeed. Believe it or not, good or bad, even worst or best, it's just another suprising moment and time - don't know who, what, where, when, how, and even why. The process is the precious things, ever. Once you've said that.
Indeed, i like the way your thoughts lead us to another story. Enjoying what's in front of us, beside and behind us.
You? You are behind, beside and in front of me. Living this whole new life with you, has been another amazing adventure in my life, dearest-man.
God always be with us, either you have to seek it to the western side, or even me long lasting inside of me. We're happy with what we are, right?
Does it just not enough? It's enough, anyway. Our thoughts may be far apart, you from you fundamentalists families, and me with my democrats families.
But, indeed, (again), we're together no matter what.
Along with this written so called heart to heart talks, i've said to you, i will always be with you. (no matter what)
We can go through it together. It's going to be tough, roughy, hell hard what's in front of us. But, it's life. Jump along with the air that take us, jump along with God who always be with us.
Big Love,
BONEK.
>> What should i say, dearest-man?
Basically, i have nothing to say. Just wondering what is all about. Balance means parametically equal. Well, we're equally human beings - created by The Greatest One. The One and Only.
But, The Greatest One do us together. What's the future? What's going to happen? It's a mystery indeed. Believe it or not, good or bad, even worst or best, it's just another suprising moment and time - don't know who, what, where, when, how, and even why. The process is the precious things, ever. Once you've said that.
Indeed, i like the way your thoughts lead us to another story. Enjoying what's in front of us, beside and behind us.
You? You are behind, beside and in front of me. Living this whole new life with you, has been another amazing adventure in my life, dearest-man.
God always be with us, either you have to seek it to the western side, or even me long lasting inside of me. We're happy with what we are, right?
Does it just not enough? It's enough, anyway. Our thoughts may be far apart, you from you fundamentalists families, and me with my democrats families.
But, indeed, (again), we're together no matter what.
Along with this written so called heart to heart talks, i've said to you, i will always be with you. (no matter what)
We can go through it together. It's going to be tough, roughy, hell hard what's in front of us. But, it's life. Jump along with the air that take us, jump along with God who always be with us.
Big Love,
BONEK.
8.23.2010
:)
All the way here, i keep complaining about your business in life. Hate it like you do! But, always hoping you're doing your best - i know you do. Come on, let's do this! You (and I) can do it! Sure you will.
Many things come to you, you're being blues. But only one thing (not) coming to me (it's you), I'm being blues.
Nothing's compares to you, dear. NOT A SINGLE THING (Hope God won't envy this, He'll understand. Amen.)
When we apart, moving on. Because, i am still thinking of you all the time. Either you're thinking of me or you're (still) thinking of me. (connected)
I'm just so happy, seeing two letters in the technological screen every single day. It's reminds me of you, just you, indeed. Those two letters changes the rest of the day.
So, i called it a day. Thank you dearest man.
See you in real life, the sooner the better. (the later? also better)
Next Target: (YOU) know it.
Many things come to you, you're being blues. But only one thing (not) coming to me (it's you), I'm being blues.
Nothing's compares to you, dear. NOT A SINGLE THING (Hope God won't envy this, He'll understand. Amen.)
When we apart, moving on. Because, i am still thinking of you all the time. Either you're thinking of me or you're (still) thinking of me. (connected)
I'm just so happy, seeing two letters in the technological screen every single day. It's reminds me of you, just you, indeed. Those two letters changes the rest of the day.
So, i called it a day. Thank you dearest man.
See you in real life, the sooner the better. (the later? also better)
Next Target: (YOU) know it.
8.19.2010
(your) Joy and (my) River
that was day i promised, never sing of love, if it does not exist. (Paramore - the Only Exception)
What am i going to do? I've got thousands words to say, but in fact, you do not have even a minute to hear it. I hate it. I hate this. Many things stuck in your mind, and the hell, i do not even know what it is. What am i suppose to do? Just sitting here, smoking around, singing along? Come on. Let's face the reality together. You (in fact) never put me inside your mind. Having fun with your mind, huh? Enjoy. Because i'm not going to wait any longer.
Am i ever crossed your mind? Dear, please. Let me understand, make me understang. That it is just not about that stupid fucking thing. It's about us now, us!
Am i a fool? That you cannot talk to? Pity me, then.
What am i going to do? I've got thousands words to say, but in fact, you do not have even a minute to hear it. I hate it. I hate this. Many things stuck in your mind, and the hell, i do not even know what it is. What am i suppose to do? Just sitting here, smoking around, singing along? Come on. Let's face the reality together. You (in fact) never put me inside your mind. Having fun with your mind, huh? Enjoy. Because i'm not going to wait any longer.
Am i ever crossed your mind? Dear, please. Let me understand, make me understang. That it is just not about that stupid fucking thing. It's about us now, us!
Am i a fool? That you cannot talk to? Pity me, then.
5.16.2010
MY - SMART (LOVE) AS*
Dearest, My Man
You can simplefied my complicated thoughts, easely. You can minimized my macro minds, instantly. Well, that's what i like about you.
Even though, they mocked us somehow, but we keep stand still.
Many of our dearest friends, protect us from a distance, Thank you for that.
You can simplefied my complicated thoughts, easely. You can minimized my macro minds, instantly. Well, that's what i like about you.
Even though, they mocked us somehow, but we keep stand still.
Many of our dearest friends, protect us from a distance, Thank you for that.
5.09.2010
Strong-Hearted
What i used to say to people - is happening to me, definitely. How come? I really don't know. Maybe that's what you called, what you see in most people is what you are. Telling them about every single thing easly, is not easly anyway.
What so different about it? I really don't know.
How to deal with it? Where should i seek the answer?
I'm in the middle of something huge here. Something that most people doesn't know about me. How i treated my self and my dearest one - unfair.
Fair and square for those who are not my dearest one.
I mistreated him so badly, even want to spend my entire day to just sitting next to him. But, he got bored easly. In ten minutes of silence, he would be asleep. What a nightmare! No it's not, it's what keep me awake, sitting and sitting and sitting. He used to talk much around me. Well, he still do talk much around me. But not now, because we are facing the tighten schedule around us. That cannot smash in the same time and same room with the same people.
We spent our time differently, he used to chit chat with his beloved friends, while i used to spending most of my time working on something or just hanging out with my beloved friends. Which we had no common friends, most of the time.
Different place, time, friends, and games.
We are different. From bunches of places around the city.
But, we met, indeed.
We fell for each other.
And, we enjoyed every single thing that we do.
I loved his black strong hair, He loved my soft cheek.
He has a huge task now.
What should i do?
I definitely, have to do something to help him out.
He sorted all of his problems alone, when i sorted mine with him always standing next to me.
Let me do this things rightly.
Righteously.
Please..
I want to do something for him.
For my dearest one.
Thank you for letting us to be together.
I do not know what happens next, but i know it would be all is well.
The greatest good for all.
What so different about it? I really don't know.
How to deal with it? Where should i seek the answer?
I'm in the middle of something huge here. Something that most people doesn't know about me. How i treated my self and my dearest one - unfair.
Fair and square for those who are not my dearest one.
I mistreated him so badly, even want to spend my entire day to just sitting next to him. But, he got bored easly. In ten minutes of silence, he would be asleep. What a nightmare! No it's not, it's what keep me awake, sitting and sitting and sitting. He used to talk much around me. Well, he still do talk much around me. But not now, because we are facing the tighten schedule around us. That cannot smash in the same time and same room with the same people.
We spent our time differently, he used to chit chat with his beloved friends, while i used to spending most of my time working on something or just hanging out with my beloved friends. Which we had no common friends, most of the time.
Different place, time, friends, and games.
We are different. From bunches of places around the city.
But, we met, indeed.
We fell for each other.
And, we enjoyed every single thing that we do.
I loved his black strong hair, He loved my soft cheek.
He has a huge task now.
What should i do?
I definitely, have to do something to help him out.
He sorted all of his problems alone, when i sorted mine with him always standing next to me.
Let me do this things rightly.
Righteously.
Please..
I want to do something for him.
For my dearest one.
Thank you for letting us to be together.
I do not know what happens next, but i know it would be all is well.
The greatest good for all.
3.09.2010
Gejala Gejili
Harus Cepet Sembuh..
Rajin minum obat, Rajin minum jus jambu, Rajin makan sehat, Rajin shalat..
Pokoknya hidup bahagia, Sayang..
Rajin minum obat, Rajin minum jus jambu, Rajin makan sehat, Rajin shalat..
Pokoknya hidup bahagia, Sayang..
3.07.2010
God Bless
Susah sekali berkomunikasi dengan manusia yang satu ini. Semuanya bisa berubah dengan drastis dalam waktu yang singkat. Sedang istirahat dia hari ini. Sakit. Padahal Ujian Dua Mata Kuliah menunggu senin ini.
Cepatlah sembuh, Sayang.
Kita Rayakan Kesibukan Kita.
Cepatlah sembuh, Sayang.
Kita Rayakan Kesibukan Kita.
2.23.2010
(not) Love at First Sight
Dengan perawakannya yang mungil disandingkan denganku memang terasa begitu ganjil. Kebersamaan yang biasanya terjadi, memang hanya sekedar teman semata. Tapi tidak begitu dalam 24/7 belakangan ini. Begitu istimewa dan berbeda. Belum waktunya saya bicara seperti ini? Mungkin. Karena masih terlalu dini untuk diceritakan dan diumbarkan. Tapi inilah salah satu bentuk kesenangan saya kepadanya - walaupun dia tidak akan pernah membacanya. Belum terasa memang gejolak masa muda seperti dahulu. hahahaha
Semuanya masih terasa di awang-awang. Masih terlalu abstrak untuk nya dan untuk saya. Banyak kemungkinan dan kesempatan untuk kita bersama, mungkin dengan berbagai perdebatan yang saya lakukan dengan nya, pertukaran pikiran yang selalu terjadi, pemaksaan dari nya dan dari saya, perhatian yang lebih dari nya dan dari saya? Kepada siapa? Kepada diantara kami. Saya dan Dia.
Tidak pernah terlintas akan bersamanya seperti ini sekarang. (tidak secara fisik)
Orang yang sangat berbeda dengan saya - bahkan mungkin 180derajat pun tidak dapat mewakili lagi.
1. Sangat pendiam, walaupun terkadang tidak begitu ketika bersama saya.
2. Tidak suka makan, hingga saya bingung apa yang harus saya suguhkan untuk menunjukkan perhatian ini.
3. Keluarga yang sempurna, padahal dia tahu kondisi saya yang sebenarnya tapi masih ingin bersama saya. Apa jadinya kalau Ibu nya tahu?
4. 10 menit terdiam akan tidur, selalu saya paksa untuk tetap membuka matanya.
5. Sangat Kontroversial, dengan orang2 yang tidak suka dan menjauhinya, tapi saya tetap netral dan mendampinginya - sejauh ini.
6. Sangat Rentan, terhadap dirinya - sakit.
7. Tidak mudah ditebak, dengan rencana jahil, kegirangan dan kemurkaannya yang dinikmati sendiri.
8. Sangat Tertutup, teman dekat bahkan keluarga sulit menembusnya.
9. Goyang-goyang, Mungkin seharusnya menjadi penari, duduk saja, kaki2nya tidak bisa diam.
10. Tidak suka nonton bioskop, jadi kami menghabiskan waktu dengan memutar DVD saja.
Pengalaman yang baru bagi saya, ketika Dia benar-benar orang yang berbeda.
Terima Kasih, Tuhan.
*saya menyesal hari ini, lupa menyimpan aqua botol pemberiannya~
(lupa!)
Semuanya masih terasa di awang-awang. Masih terlalu abstrak untuk nya dan untuk saya. Banyak kemungkinan dan kesempatan untuk kita bersama, mungkin dengan berbagai perdebatan yang saya lakukan dengan nya, pertukaran pikiran yang selalu terjadi, pemaksaan dari nya dan dari saya, perhatian yang lebih dari nya dan dari saya? Kepada siapa? Kepada diantara kami. Saya dan Dia.
Tidak pernah terlintas akan bersamanya seperti ini sekarang. (tidak secara fisik)
Orang yang sangat berbeda dengan saya - bahkan mungkin 180derajat pun tidak dapat mewakili lagi.
1. Sangat pendiam, walaupun terkadang tidak begitu ketika bersama saya.
2. Tidak suka makan, hingga saya bingung apa yang harus saya suguhkan untuk menunjukkan perhatian ini.
3. Keluarga yang sempurna, padahal dia tahu kondisi saya yang sebenarnya tapi masih ingin bersama saya. Apa jadinya kalau Ibu nya tahu?
4. 10 menit terdiam akan tidur, selalu saya paksa untuk tetap membuka matanya.
5. Sangat Kontroversial, dengan orang2 yang tidak suka dan menjauhinya, tapi saya tetap netral dan mendampinginya - sejauh ini.
6. Sangat Rentan, terhadap dirinya - sakit.
7. Tidak mudah ditebak, dengan rencana jahil, kegirangan dan kemurkaannya yang dinikmati sendiri.
8. Sangat Tertutup, teman dekat bahkan keluarga sulit menembusnya.
9. Goyang-goyang, Mungkin seharusnya menjadi penari, duduk saja, kaki2nya tidak bisa diam.
10. Tidak suka nonton bioskop, jadi kami menghabiskan waktu dengan memutar DVD saja.
Pengalaman yang baru bagi saya, ketika Dia benar-benar orang yang berbeda.
Terima Kasih, Tuhan.
*saya menyesal hari ini, lupa menyimpan aqua botol pemberiannya~
(lupa!)
2.10.2010
Ayah dalam Belajar
Bagaimana ini bisa terjadi? Ketika semua orang berusaha untuk membenarkan berbagai macam pendapatnya di hadapan orang lain, Saya malah berlari. Saya tidak tahan dengan kebencian yang merajalela ini. Apalagi dengan beribu tundingan yang menuju ke arahnya. Tuhan, apakah ini? Sampai kapan ini akan berlanjut? Mungkin ini belum lama terjadi, Namun rasanya sudah beribu masa saya lalui. Hal yang paling menyesatkan dalam hidup ini, Ketika kita benar-benar berada di pojok ruangan yang berada di pojok. Diantara ratusan bahkan ribuan orang yang menghimpit. Suasana ini tidak pernah diimpikan oleh siapapun di dunia. Siapakah yang harus bertanggung jawab? Pertanggungjawaban macam apa yang harus dihadirkan? Bagaimana menanggulangi segalanya? Apa yang telah diraih selama ini hilang dalam satu masa, hilang dalam satu asa, raib ditelan bumi dan neraka. Ibu bilang ini anak nakal yang kembali berulah, Kenapa ini semakin rumit saja. Ketika semua kebohongan putih menjadi hitam. Dan semua menjadi jelas di depan mata. Siapakah yang selama ini ada dihadapan kami? Mengajar dengan begitu berkobar, Dengan auranya yang tak terelakkan. Dan sekarang berada di pojok ruangan tadi, Tak berkutik, Tak bersuara. Apa yang hendak dilakukannya sekarang? Ketika beribu peribahasa pun tidak dapat lagi menjawab kegalauannya. Inilah pelajaran yang sangat berharga di awal tahun ini. Bukan awal tahun yang baik, Untuk menjalani segalanya. Apakah ini yang disebut akhir dari dunia? Akhir dari segalanya. Ketika semua yang indah menjadi buruk, Ketika semua yang putih menjadi hitam, Ketika semua yang tertipu menjadi terbuka. Saya enggan membahasnya dengan bahasa yang tingkat tinggi, Saya enggan membuka aib dari Ayah saya ini. Ayah saya dalam belajar di lingkungan yang sangat nyaman dan aman. Ayah saya yang selalu mengajarkan saya untuk MEMBACA, MEMBACA dan MEMBACA.
Wahai Ayah dalam pembelajaran saya, Bagaimana ini? Apa yang telah engkau perbuat? Apa yang ada di pikiranmu ketika membuat ini semua? Mengapa tega sekali engkau berbuat seperti ini kepada kami. Kami tidak lebih dari anak-anak yang berguru kepadamu, Ayah. Kenakalan sebelumnya, Tidak menjadi pelajaran kah? Memang tidak ada hubungannya, Ayah. Tapi berbagai hal ini kau perbuat dengan sadar-sesadar-sadarnya. Mengapa ini bisa terjadi, Ayah? Mengapa?
Belajar lah kembali, Ayah.
Kutunggu kepulanganmu.
Wahai Ayah dalam pembelajaran saya, Bagaimana ini? Apa yang telah engkau perbuat? Apa yang ada di pikiranmu ketika membuat ini semua? Mengapa tega sekali engkau berbuat seperti ini kepada kami. Kami tidak lebih dari anak-anak yang berguru kepadamu, Ayah. Kenakalan sebelumnya, Tidak menjadi pelajaran kah? Memang tidak ada hubungannya, Ayah. Tapi berbagai hal ini kau perbuat dengan sadar-sesadar-sadarnya. Mengapa ini bisa terjadi, Ayah? Mengapa?
Belajar lah kembali, Ayah.
Kutunggu kepulanganmu.
1.12.2010
Vale Dicere
It's time to move on, dear. You're precious. You're incredible. You're amazing young girl. Still got a lot of things going on in your life. Maybe that's right what they say, "He's Just Not That Into You,". Let's face it together, then.
I know, you can do this. Family, Friends, Mates, are always be there with you, standing right next to you - either to protect you or to hold you tight. Believe in them. They're as great as you're. He's just another fling. Will soon pass away and gone to your deepest heart.
You're what you're now. It was good for your past, your memories, your heart, but it is enough for now. You've enough of him, right?
Let's begin to enjoy your environment, as you used to be. Such a hardworker girl, busy all day with well things and outstanding experiences. You're a tough one, remember?
You can survive with yourself, i'm sure of it, dear.
Let's build your Chinese's Great Wall again. It'll protect you inside and out, and even tougher to destroy. You can do this!
Will you ready? Let's get moving..
I know, you can do this. Family, Friends, Mates, are always be there with you, standing right next to you - either to protect you or to hold you tight. Believe in them. They're as great as you're. He's just another fling. Will soon pass away and gone to your deepest heart.
You're what you're now. It was good for your past, your memories, your heart, but it is enough for now. You've enough of him, right?
Let's begin to enjoy your environment, as you used to be. Such a hardworker girl, busy all day with well things and outstanding experiences. You're a tough one, remember?
You can survive with yourself, i'm sure of it, dear.
Let's build your Chinese's Great Wall again. It'll protect you inside and out, and even tougher to destroy. You can do this!
Will you ready? Let's get moving..
1.09.2010
Thank You
Thank God, he's all right.
Thank you, my Dear God. Yeah, (me-You) relations were not so good these past few days, i'm sorry, God. It's just the dispute in my heart and mind were too intense, so i couldn't barely breathe easly. It's my fault, my bad, my little mystake. I'm asking for Your mercy, Dear God. I definitely can't step away from You, because You're always in my heart, Dear God. Let me love You easly and lasts forever - even death would not do us apart. I want to be near to You, Dear God. I want to be with You, Dear God. Let me be with You, Dear God.
I want to thank to You, for keeping him all right. Thank you, Dear God. He's breathing, even fainted a while. He's smiling, even pain is in his a**. He's eating, even hard to swallow foodies. He's walking, even with one foot. He's seeing everthing, even with his small eyes. He's talking, even so slowly. He's alive, even complaining because of his limited activities. He's alive, even destroying his future plan for the next three weeks. He's alive, He's alive, He's alive.
Please, take care of him, Dear God.
Make him remain close to You, Dear God.
Let his family guard him to solitary moment, Dear God.
Maybe, it's time for him to take some rest. Because his tight schedule, he's still living with lack of rest and time for himself. (despite of football)
Please, let him play again, Dear God.
Make him walking, running, smiling, kicking as great as he used to be, Dear God.
Let the freedom and the joy of the game near him, Dear God.
Maybe, it's time for him to take some rest. Because his tight schedule, he's still living with lack of rest and time for himself. (despite of football)
Thank you, Dear God.
Thank you, Dear God.
Thank you, Dear God.
P.S. Man purpose, God dispose.
Thank you, my Dear God. Yeah, (me-You) relations were not so good these past few days, i'm sorry, God. It's just the dispute in my heart and mind were too intense, so i couldn't barely breathe easly. It's my fault, my bad, my little mystake. I'm asking for Your mercy, Dear God. I definitely can't step away from You, because You're always in my heart, Dear God. Let me love You easly and lasts forever - even death would not do us apart. I want to be near to You, Dear God. I want to be with You, Dear God. Let me be with You, Dear God.
I want to thank to You, for keeping him all right. Thank you, Dear God. He's breathing, even fainted a while. He's smiling, even pain is in his a**. He's eating, even hard to swallow foodies. He's walking, even with one foot. He's seeing everthing, even with his small eyes. He's talking, even so slowly. He's alive, even complaining because of his limited activities. He's alive, even destroying his future plan for the next three weeks. He's alive, He's alive, He's alive.
Please, take care of him, Dear God.
Make him remain close to You, Dear God.
Let his family guard him to solitary moment, Dear God.
Maybe, it's time for him to take some rest. Because his tight schedule, he's still living with lack of rest and time for himself. (despite of football)
Please, let him play again, Dear God.
Make him walking, running, smiling, kicking as great as he used to be, Dear God.
Let the freedom and the joy of the game near him, Dear God.
Maybe, it's time for him to take some rest. Because his tight schedule, he's still living with lack of rest and time for himself. (despite of football)
Thank you, Dear God.
Thank you, Dear God.
Thank you, Dear God.
P.S. Man purpose, God dispose.
Blue Day
Monday was a blue day
Because he left me, and kept some secret
I tried to find him and followed the rainbow
I met his family and the story flowed
I didn’t realize that he never tell lies
But hiding something, pain inside his heart
He stared at my eyes and he let me know everything
I was so surprised, the news wasn’t so nice
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
He’s laying in bed, I’ll never forget
He smiled and ask forgiveness without tears fell from his eyes
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
Because he left me, and kept some secret
I tried to find him and followed the rainbow
I met his family and the story flowed
I didn’t realize that he never tell lies
But hiding something, pain inside his heart
He stared at my eyes and he let me know everything
I was so surprised, the news wasn’t so nice
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
He’s laying in bed, I’ll never forget
He smiled and ask forgiveness without tears fell from his eyes
How do I know the truth if you didn’t say so
I would understand if you trust and believe in me
How do I know the truth if you didn’t say so
But you have to know that my love would last forever
Subscribe to:
Comments (Atom)