11.21.2010

Terima Kasih, Tuhan

Hari ini, Luar Biasa!
Bercampur aduk diantara senang, sedih, dan segala rupa. Sejak semalam memang telepon seluler saya selalu aktif dengan sinyal yang ok (penuh!)Yang ternyata tak ada gunanya, karena telepon seluler saya, tidak dapat (sekali pun) di hubungi, menerima pesan, di telepon atau apapun itulah caranya untuk menghubungi saya.
Saya memang sedang gila kemarin. Acara yang selama ini menjadi sebuah titik balik bagi mahasiswa jurusan saya, telah terjadi kepada saya - sebagai ujung tombak tiga setengah tahun saya belajar. Ternyata, tidak semua orang melihatnya seperti itu.
Adalah sebuah hal yang salah, melihat diputarnya sebuah video zaman dulu di dua layar besar ruangan itu, karena membuat saya dan teman2 yang lain sedih, apalagi seseorang yang sangat berarti untuk saya, kekasih saya.
Ia telah berkeratbat dengan saya sejak pertama kali kami duduk di bangku kuliah, dulu Ia menjadi rival saya, hahaha. Yang ternyata Ia menginginkan jabatan yang dulu pernah saya duduki. Yang ternyata (lagi), waktu itu Ia sedang sakit, sehingga tidak bisa mengikuti jalannya pemilihan. (Maaf, sayang)
Jadilah saya yang duduk di jabatan itu saat itu. Dan kmarin diputarlah sebuah film singkat mengenai perjalanan hidup selama tiga setengah tahun di kota ini. Acara tersebut menjadi salah satunya, yang ternyata Ia tidak ada dalam salah satu video yang menunjukkan saya dengan dua orang wakil lainnya - well, Ia terpilih menjadi wakil saya pada saat itu, Wakil III (tercinta), walaupun saya sempat (sangat) tidak suka dengan Ia. hahahaha. Dan sekarang? Ia adalah kekasih saya. :)
Ke-melankolis-annya kemarin beralasan, ternyata Ia sadar dan menyatakan bahwa ia bukanlah bagian dari jurusan saya (padahal jelas, Ia adalah bagiannya).
Melihat tampilan foto demi foto, memang tidak ada wajahnya.
Haemmm.. Bagaimana ini, Tuhan?
Saya yang duduk berselang satu dengannya, hanya berpikir bagaimana menyelesaikan hari ini dengan baik, titik. Itu saja. Bagaimana ini, Tuhan?
Tidak terpikir oleh saya, Ia terluka dan memang ingin lari saja dari ruangan itu. Jujur, sayang, saya juga ingin segera lari saja, itu saja. Tapi apa mau dikata? Tidak bisa keluar begitu saja dari ruangan besar sore itu.
Dan, akhirnya, selesai acara pun, Ia memang tidak tersenyum manis seperti biasanya dan seperti yang lainnya. Bocah (kekasih) saya yang satu ini, memang selalu terdiam dan mencari ketenangan dengan dirinya sendiri. Yang akhirnya dapat Ia temukan pada salah satu sahabatnya (laki-laki juga, untung!). Pembicaraan itupun hanya terbatas pada mereka berdua, dimana saya harus pulang dan tidak bersua lagi dengannya.
Ketika malam tiba, dimulailah acara di sebuah tempat di kawasan kota ini, diramaikan oleh teman2 terdekat saya (teman2 kuliah) yang berasal dari berbagai latar belakang. Kegalauan hati saya memenangkan malam itu, dibandingkan kelelahan tubuh yang sudah tidak dapat dikendalikan. Dan segeralah saya menyusul ke tempat itu.
Dengan diramaikan teman2 yang (sama) lelahnya dan (sama) ingin bersenang2nya, saya mengikuti arus yang ada, dengan asap dmana2, dan minuman dari berasa sampai tidak berasa. Menikmati Hidup, judulnya malam ini.
Saya melirik ke dalam tas yang berisikan telepon seluler saya, tidak terdapat satu (pun) pesan, panggilan tak terjawab - yah.. Hingga (tengah) malam tiba, tak ada apapun. Walapun saya sudah izin pada Ia, tapi Ia tak berkomentar (ternyata pesannya tidak masuk). Tuhan!
Ada apa dengan telepon seluler saya?
Hingga pagi, siang, menjemput saya, saya tidak menerima satu pesan ataupun panggilan tak terjawab, yah.. Saya melanjutkan saja hibernasi saya di hari minggu (skali lagi tidak ke gereja). Haemmm...
Sore menjelang, pintu saya diketuk dengan kerasnya! Saya pun kaget, dan segera melihat siapakah di luar sana. Ternyata salah satu teman satu atap saya, yang sedang menyampaikan pesan dari kekasih saya - yang notabene sejak semalam telah mencari saya kemana2. Tuhan.
Akhirnya, teman saya pun menemukan saya (yang hilang ini).
Ibu saya dan teman2 lain juga mencari saya, padahal, saya hanya tidur seharian dengan malasnya di kamar saya sendiri.
Terima kasih kepada teman2 dan Ibu saya, saya telah ditemukan. :)

No comments: