Udah habis berapa hari ini, mba?
"Bisa dihitung dengan tangan dan kaki kok."
>> Dimanakah saya sebenarnya? Saya memang hilang ditelan apalah itu, dan tidak bisa kembali ke titik dimana saya merasa baik, damai, adem, tentram, dan penuh energi. Kenapa bisa begini? Pertanyaan itu terus muncul, dan memaksa saya untuk berpikir kembali pada titik di mana saya masih menjadi saya. Dan sekarang saya adalah siapa? Andai saya mengerti dan bisa segera menjawabnya, semua pasti akan lebih indah adanya. Saya sangat berharap dan berdoa, untuk dapat kembali pada saya - seorang saya yang selalu tersenyum manis pada siapapun. Dibanding, saya yang selalu ketus dan mengomentari orang lain dengan pedas.
Saya mohon, Tuhan. Kembalikan saya pada saya. Jangan bawa saya pergi.
Pada titik ini, saya berharap untuk menghilang ditelan bumi, dan bawalah saya ke perut bumi sampai hancur berkeping2. Karena merasa tidak berguna bagi siapapun dan apapun. Tidak dapat memperoleh kedamaian yang dulu selalu saya banggakan. Karena saya sekarang sangat mudah berubah dan tidak stabil adanya.
Ada apa dengan semua ini?
Saya kehilangan pegangan, untuk dapat berputar kembali dengan waktu dan irama dunia. Sekarang saya sangat menikmati duduk diam, dan melamun saja. Shit.
Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begitu?
No comments:
Post a Comment