2.20.2011

trash-y

I am SOMEBODY. Even God Almighty recognize me, therefore it is not such an honour to have other human being even realize that I am around.
Having a stubborn-father-leaving-his-family thingy, and still (sometimes) refuse to remember about his own daughters, doesn't even bothering me. Well, sounds that I am such a pathetic girl - which I am not. LOL.
This notes just come right up on my mind, when my so-called-father, text me to not wasting my time with sightseeing and trying to be somebody. Come on! Who are you, you can talk to me that way. You're my father (indeed), but you're not around, so just back-off. I am not a girl that you think I am, I am an adult, 20, closer to 21 anyway. I am living my life, enjoying it, until the last bite. I just graduated, I do want to have a life! I do want to be somebody, that others would notice! Come on! I am SOMEBODY.
I am here, sitting on my hotel room, clicking my grey laptop, looking around Boston, and it was amazing. But that's it! Is that it? I am disappointed actualy ~with my self. Because I don't know what exactly I am doing. I love to be here. I used to love talking to people, get to know them better, but I don't get it here. How come? I got to go somewhere, maybe 7/11, grab some hot-chocolate, and then head back.
Ok then. Sorry for talking around and around.
Thanks.
I'll headed back ~soon.

2.07.2011

Agama?!

"Ok thanks..kalau akhirnya semua tergantung manusianya,bukan agamanya,knpa agama seseorang dipermasalahkan...?," Sudjiwo Tedjo ~twitter.

Hmm.. Bagaimana respond anda? Apakah memang begitu? Ketika agama bukan lagi menjadi sebuah polemik diantara masyarakat? Apa yang terjadi ketika agama membunuh anda? Bisa diumpamakan seperti Tuhan Yesus ~Katolik, di mana, karena pengakuan-Nya sebagai Tuhan bagi semua orang, Ia justru dibunuh ~disalibkan.
Bagaimana dengan Buddha? Ia dipuja selama hidupnya, dengan ketenangan lahir dan batin yang ditularkan kepada sejuta umat-Nya.
Bagaimana dengan Allah? Ia meneruskan ajarannya melalui Para Nabinya, yang memang tidak jauh berbeda dengan Katolik.
Dewa/Dewi Hindhu? Silahkan pilih, Brahma, Syiwa, lalu?

Semua itu adalah ajaran DUNIAWI. Sebatas pada pemahaman yang bisa dimengerti oleh KITA ~manusia. Kita tidak bisa menembus langit ke-tujuh, seperti yang Dewa19 nyanyikan. Kita hanya terkungkung pada POLA PIKIR SEMPIT MANUSIA. Yang hanya melihat agama sebatas pada apa yang ada didepan mata, tertulis di buku ini/itu, diajarkan di berbagai tempat ibadah, lalala. Apakah hanya itu SAJA?

Sungguh sempit pikiran KITA ~manusia, apakah kita mau melihat sesuatu diluar itu? Tentu saja tidak, apalagi bagi masyarakat Indonesia, yang cenderung melihat semuanya pada satu sisi mata uang saja, tidak ingin sekedar membaliknya dan melihat kenyataan pada sisi lainnya. Keterbatasan manusia yang sebatas otaknya yang sebesar genggaman keduatangannya. Bagaimana dengan hal yang diluar itu.

Berpikirlah dari hal2 yang kecil, sungguh2 kecil. Tuhan itu baik adanya, kepada siapapun mereka yang berbuat baik. Hanya sekedar membuat seseorang tersenyum di pagi hari, akan merubahnya pada hari itu, dan akan berdampak pada hidupnya di hari2 berikutnya. Sungguh hal yang sangat kecil, ketika kita hanya tersenyum manis kepada seseorang yang bisa saja dengan depresi dan membutuhkan bantuan orang lain, namun terlalu enggan untuk memintanya.

Percayalah. Selalu memulai berbagai hal dengan percaya, kepada apapun siapapun kapanpun dimanapun. Hal yang sangat sulit memang untuk dapat percaya kepada Hai~Dunia~Fana ini, tapi mengapa tidak? Jika niat dan tujuan kita baik adanya, semuanya yang menjadi jodoh dan rezeki kita akan datang dengan sendirinya.

Semua itu baik pada waktunya, kita yakin akan kebaikan. Walaupun yang baik bagi satu orang belum tentu baik bagi yang lainnya. Namun ketika sepuluh orang bersama, dan berdoa memohon sesuatu untuk kebersamaannya, hendaklah akan terwujud sesuai dengan waktu dan tempat yang telah diatur oleh-Nya.

Maka, nikmatilah hidup ini.
Naik turun, baik buruk, bagus jelek, cantik tampan, apapun perbandingan itu. Semua itu indah! Sungguh indah. Asal kita mau percaya dan yakin, bahwa semua akan hadir tepat pada waktunya.

Terima kasih, Tuhan.
Bantulah kami untuk terus mencintai-Mu, dengan sungguh.

H-1

NHW, ANS, THS, SAC, NG, DPY --> You'll know when it's your name.
Thank you, for being such a little family that gather all the time, either eating, complaining, laughing, or just sitting around each other - making my life complete.
Have you ever see a bunch of no-longer-teenager just sitting around from the sun asleep until the sun shines? We did it.
We just sitting around, or looking around in the first place, to some awesome and cozy little place that could made us go beyond our imagination - THESIS!
But, we DID it! We really did. We achieved our goal - 3.5years for our Bachelor Degree - no-puporse-to-brag, finishing it together, compile it together, and now we have to leaving each other. Hmm.. Such a hard thing to do ~really.
Now, we have to face the future ~alone! Well, we'll be dead alone, indeed.
But, it's just getting obvious, that we have to survive in this violent world ~by ourselves.
Good Luck with that~ the thing is, you can do it, as long as you have faith in it. Michael Franti once said, Have a litte faith in me.
Yeah, basically, just believe in it! And it'll all come to you.
#amen

2.03.2011

you don't know what you've got, untill it's gone

"Ketika tahu besok kaki saya akan patah. Apakah hari ini saya akan melompat sejauh mungkin atau akan menangisinya?"

Terima kasih kepada salah satu teman baik saya, yang menghibur saya dengan pernyataan tersebut. Betapa birunya hari saya pada hari yang seharusnya dibanjiri warna merah ~Hari Raya Imlek. Saya (memang) tidak merayakannya, tapi saya merayakannya dengan kesedihan yang mendalam.
Melihat hanya dalam beberapa hari ini, hidup saya akan dimulai. Hidup yang jauh lebih baru lagi, dan tidak terbayangkan oleh saya akan jadi seperti apa nantinya. Bagaimana ini? Pertanyaan yang seringkali muncul. Apakah yang akan saya lakukan? Siapakah yang akan saya percaya? Kenapa saya begini bukan begitu? Dan pertanyaan 5W dan 1H terus bergulir seperti lahar dingin di Kota Jogja.
Pengamatan saya sejauh ini, saya hanya takut akan kehilangan kebebasan yang selama tiga tahun belakangan ini saya miliki. Saya bebas pergi kemana saja, melakukan apa saja, dengan siapa saja, jam berapa saja, bergaya seperti apa saja. BEBAS.
Kehidupan yang memang tidak pernah saya miliki selama tujuh belas tahun umur saya waktu itu, yang akhirnya membuat saya untuk keluar dari rumah ~kuliah, dan memulai sesuatu yang baru di kota kembang ini. (kota kembang? atau kota hujan ya? hm, apa sajalah sebutannya).
Saya takut akan kehilangan comfort zone yang selama ini saya miliki. Kehilangan sahabat2 yang selalu ada pada saat saya butuhkan. Kehilangan euphoria kuliah dengan jam yang padat. Kehilangan kehidupan hectic yang penuh dengan acara dan janji sana sini. Kehilangan seseorang terkasih ..... Saya tidak bisa berkata2 lagi.
Dalam lima hari kedepan, adalah lima hari terberat dalam hidup saya setelah kehidupan skripsi dan sidang 3bulan belakangan ini.
Terima kasih, Tuhan, atas ujian dan bantuan-Mu selama ini.
Ajarilah saya untuk terus berjuang hanya di dalam nama-Mu.
Amin.

2.02.2011

Sesuatu Yang Baru (lagi)

Terima kasih, Tuhan (lagi dan lagi). Karena saya telah menyelesaikan satu tahap lagi dalam hidup saya. Menjadi seorang yang sesungguhnya bertumbuh dan belajar akan hidup merupakan impian terbesar saya. Dan, saat ini saya memperolehnya satu persatu. Memang hidup ini indah, ketika terdapat ketidaksempurnaan diatas kesempurnaan lainnya, ketidakadilan disaat keadilan lainnya. Semuanya membuat saya untuk belajar merendahkan hati. Sungguh, Engkau memberikan pelajaran berharga, untuk membuat saya melihat kebawah, di samping melihat gedung-gedung tinggi menjulang. Saya percaya inilah yang terbaik -untuk saat ini.
Sekarang, saya harus berjuang lagi. Untuk dapat membanggakan orang tua, keluarga, orang-orang yang saya kasihi, dan membanggakan-Mu. Saya akan menuju sesuatu yang baru dan lebih nyata. Mengerikan? Menakutkan? Ya Ya Ya! Bagaimana ini? Saya percayakan kepada-Mu saja.
Ajarilah untuk terus mencintai-Mu lebih dan lebih, menghargai pemberian-Mu yang luar biasa. Terima kasih, Tuhan.

Is it The End?

Love.
Captivated in some way.
Unpredictable, unacceptable.
Eventually, real.
Nothing to say, nothing to see.
Just to feel.
The way our skin softens.
Restlessness breath in-hales and ex-hales.
Taken by the edge of heart broken.
At least, there’s a way.
To feel.
Better than bitterness.
And loneliness.
Screw you.
Do not even look in the eye.
Even though, the deepest said just nod your head.
Really want to.
Yeah, they do.
But some of those said when it’s over then it’s over.
So, is it over?

Seorang Ibu

Ibu tersayang..
Janganlah menangis.. janganlah air mata itu jatuh perlahan untuknya.. ia tidaklah pantas kau tangisi, ibu..
Ia hanya lara bagimu..
Jangalah kau perhatikan gerakgerik dan ucapan lidah tak betulangnya..
Ia hanya goresan di hatimu..
Janganlah kau membengkakkan mata elokmu dengan bendungan air asam..
Ia hanya akan tertawa bangga dengan itu..

Ibu tersayang..
Ingatlah saat indah kita bersamanya.. Karena ia lah gerbong terakhirmu..
Ingatlah saat tertawa riang dengan kelakarnya.. Karena ia lah dagelan hidupmu..
Ingatlah saat gurauan keringnya.. Karena ia lah ombak dalam hatimu..
Ingatlah saat godaan mesranya.. Karena ia lah kekasih jiwamu..

Ibu tersayang..
Percayalah, ia akan kembali..
Percayalah, ia akan sadar..
Percayalah, ia akan menyesalinya..
Percayalah, ia masih sayang dengamu..
Percayalah..
Percayalahh..

Ibu tersayang..
Aku disini, untuk mendampingimu.
Itu saja..

Aku sayang Ibu..

Sarjana-wati

1. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah membawa anak¬¬-Nya hingga awal baru dalam hidup singkatnya. Mohon maaf atas hamba-Mu yang selalu saja kurang bersyukur ini, Tuhan. Ajarilah saya untuk dapat terus mencitai-Mu dengan sepenuh hati. Mohon pendampingan¬-Mu, Ya Tuhan, dalam perjalanan hidup selanjutnya. *Jesus, (really) take the wheel*
2. Keluarga kecil, Papa, Mama dan Ade Ayi, yang selalu mendampingi dengan tawa dan air mata. Mohon maaf, karena mba kerjaannya selalu makan, jalan-jalan, tidur, hahahaha. Tapi menyenangkan ya? Terima kasih atas doa dan dukungan Mama, yang tidak pernah bosan membicarakan kasih, hidup, anak, dan cita-cita. Mba sangat beruntung punya Mama, yang sekuat Mama! Ade Ayi (my so-called Princess), semua indah pada waktunya, sekarang waktunya mba dulu, setelah itu, Ade Ayi ya.. Selalu bersyukur setiap saat ya, De.. Hmm.. Papa, ayo segeralah sembuh! Kita bersenang-senang lagi ya ya ya.. Serta, Keluarga Besar yang selalu mendukung dan mendampingi kami setiap saat, Tuhan memberkati kita semua, amin.
3. Prof. Colin Brown, terima kasih banyak, terima kasih, terima kasih. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Prof dan Bu Iem yang selalu setia setiap saat membantu saya. Karena Prof telah mengajarkan saya untuk sangat teliti dalam mengerjakan segala sesuatu, karena memang selalu ada pihak ketiga yang tertarik akan perbincangan kita berdua, Prof. Terima kasih banyak Prof, atas pembelajaran hidup kali ini, saya sangat berharap dapat terus bekerjasama dengan Prof dalam berbagai kesempatan ke depan…
4. Terima kasih kepada Bpk. Yosep H.A.R. Widodo, selaku Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, Irian Jaya, dalam peran pentingnya untuk dapat berhubungan secara langsung dengan pihak Keimigrasian. Terima kasih pula kepada Mas Wawan, sebagai sepupu sekaligus Pejabat Imigrasi, yang berperan besar dalam membantu pemenuhan informasi dan data yang dimuat dalam penulisan ini. Terima kasih kepada Bpk. Gatot Subroto selaku Direktur Penyidikan dan Penindakan, Direktorat Jenderal Imigrasi, atas bimbingan dan panduan dalam menyelesaikan penulisan kali ini. Terima kasih kepada Bpk. Arief Eka, selaku Pejabat Imigrasi Rudenim, Jakarta Barat, atas berbagai informasi dan bimbingannya bagi saya dan Abraham Adeputra Lambe dalam pengumpulan dan peliputan singkat dengan para pencari suaka. Terima kasih kepada Bpk. Hironimus Bala, selaku IOM National Program Officials Jakarta, dalam bimbingan yang tidak pernah bosan dalam rangka berdiskusi mengenai polemik pencari suaka di Indonesia. Terima kasih kepada Bpk. Derwin Djarmais, UNHCR Jakarta, dalam upaya pemenuhan informasi dan data bagi kesempurnaan penulisan ini. Serta, terima kasih pula kepada para pencari suaka asal Afghanistan dan Sri Lanka yang telah bersedia bercerita dan berbagi secara singkat dengan para pembaca sekalian, mengenai kehidupannya selama ini, bagaimana dengan masa depan mereka?
5. Dosen-dosen terkasih, Dr. Yulius Purwadi Hermawan, Ph.D, terima kasih, Mas Pur, karena telah mengajarkan banyak hal secara terperinci dan terus-menerus. Berkesan! Terima kasih, Mas Pur, karena telah mengajarkan saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dalam benar dalam tulis-menulis, membuat saya belajar untuk tidak meremehkan Bahasa Indonesia. Aknolt Kristian Pakpahan, S.IP., MA., alias Bang Tian, sebagai Dosen Wali saya, yang sejak awal memaksa saya untuk terus menempuh 24 sks dan menikmati masa-masa kuliah. Bang, Silo Lulus! Terima kasih ya, Bang! Saya berharap untuk dapat belajar bersama dengan Bang Tian lagi, segera. Terima kasih juga kepada A.A. Banyu Perwita, karena telah memaksa kami untuk membaca dan membaca, karena hanya itulah kunci sebagai mahasiswa HI. Dr. I Nyoman Sudira, terima kasih karena membuat saya ingin untuk terus belajar dan belajar. Terima kasih, karena akan berangkat bersama kami ke negeri Paman Sam, semoga perjalanan kita menyenangkan. Sylvia Yazid , S.IP., MPPM, hanya pertemuan singkat di toilet siang itu telah membuat kami tersenyum dalam tangis, terima kasih, Mba. Memang ini bukan mahakarya kami, kami baru belajar untuk meneliti, Mba. Justru inilah awal hidup kami. Terima kasih, Mba. Terima kasih pula pada semua DOSEN HI UNPAR!
6. Terima kasih banyak kepada Mas Andre, karena telah membantu kami dalam melengkapi dan mewarnai HI UNPAR dengan seribu satu kebaikan dan kemudahan. Pak Sutikno, terima kasih karena telah hadir dengan senyum indah setiap saat, dan terima kasih atas kartu bimbingan yang menyelamatkan di detik-detik terakhir. Pak Ian, terima kasih karena telah berlelah-lelah menuju BTI dan TU untuk mengurus nilai-nilai kami. Mas Heru, terima kasih karena selalu menjadi bahan pembicaraan kami, dari Mas Heru yang baik sampai Mas Heru yang mengesalkan. Mbak Is, terima kasih karena selalu ramah melayani dan membantu kami yang cerewet ini. Terima kasih kepada pihak-pihak TU yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih karena selalu mendengarkan dan melayani kami dengan sepenuh hati.
7. Dewi Mulya Sari, Jessica Novia Putri, Naomi Chrysantia – DNIRNOJ? Apa ya singkatannya itu? Hahahaha... Nona-nona cantik, terima kasih ya, karena sudah menemani saya selama enam tahun belakangan ini. Saya sudah berhasil lulus! Sekarang kapan kita ketemu lagi? Kapan kita bisa main lagi? Kapan kita bisa mimpi bareng-bareng lagi? Suatu saat pasti terwujud ya, kita bareng-bareng lagi (amin).
8. Nesya Hanna Wijaya, kembar siam? Bukan. Saudara? Bukan. Lesbian? #amit2knockonwood – Bukan! Tapi perempuan yang satu ini adalah sahabat sepenanggunan, seperantauan, senasib skripsian, semalaman, kratingdaengan, sampai sama wae sama wae. Sahabat dalam menjalankan hidup, menikmati makanan, menertawai orang, menangisi cinta, hingga menelanjangi otak – skripsi. Hahahahaa... Terima kasih, karena selalu jujur dalam berbagai hal. Mari berjuang untuk kehidupan selanjutnya! Kalau Sheila on 7 bilang, Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia. Saat kaki t’lah lemah kita saling menopang. Hingga nanti di suatu pagi, salah satu dari kita mati. Sampai jumpa di kehidupan yang lain. :’))
9. Adhi Nugroho Saputro, Noviany Gozali, Stevie Agustine, Dhia Paramitha, Tribudi Hutomo Sasmito – partner olala, NYC-time, Terima kasih karena selalu ada di sekitar saya. Dalam susah dan senang, selalu bisa tertawa sampai terpingkal, kenyang sampai tak bergerak, bernyanyi sampai pusing, haus sampai ga nyambung @.@ hayo! Hahahahaaa… Sekarang waktu yang selalu dipertanyakan telah tiba. Mau apa sekarang? Sekarang mau apa? Mau sekarang apa? LULUS!  SEA’s Trip? I’m in! :))) Kalau kata Rihana, What’s My Name, uh la la – and all over again, for thousand times.
10. GENGGONG, Rizki Bagus Satria (Ayank), Muhammad Yanuar Amantjik (A’a Uar), Putri Dyanti Rahajeng (Ade / Vety Vera), Keshia Safitri Zein (Guty Gutiwa), Inez Natalia Putri (Chelz), dan Yusuf Anshori (Joni), teman-teman seperjuangan dalam awal, pertengahan dan akhir hidup di mahligai rumah tangga per-FISIP-an! Kapan kita membiasakan hidup bahagia dan penuh cemooh seperti dulu lagi? Satu hal yang harus diingat, kabarkan kepada sahabat jika ada sesuatu yang indah!
11. Friends or Foe! Shyerly Anindia, kita sudah damai ya? Kapan-kapan ayo kita jalan-jalan! Andi Ria Deniska, ayo semangat mencapai cita-cita, Bu Guru! Yusuf Anshori, sure you can do better than that! Pasti bisa! dan Daniel Karim, dari benci jadi … memang beda tipis. Haemm! – kepada orang-orang itulah saya bisa benar-benar belajar, marah, kesal, tertawa, menangis, sampai bergabut ria! Hebatnya luar biasa! Terima kasih! Salute!
12. Kost-mate, Ade Septia (sudah lama tidak bersua ya, Tya), Gita Kristesia Valentina (nona yang selalu teliti mengerjakan apapun), Ira Nasution (kapan kita makan dimsum lagi?), Stephanie Amanda Bintoro (Tiga Dara dan M* Country harus berjalan, hahaha), Wibowo Anggia (Boxs!), Marco Satyarahardja (Dug Jidag Jidug), dan teman-teman kost lainnya – terima kasih banyak atas pendampingannya selama kita bersama! Segera menyusul! SE MA NGAT!
13. Keluarga MPM 2009/2010, Dominikus Sentra, Firni Fadzrin, Theresa Silviana, Muhammad Ziad Yafie, Bagja Rahmatullah, Hanum Puti Umari, Nesya Hanna Wijaya, Stephanie Amanda Bintoro, Marcella Caroline, Hayy Azizah, Abraham Adeputra Lambe, Steffi Ray, Stiffen Andika, Theo Martinez, Adhi Priamarizki, Gunawan, Sarah Kasenda, Heribertus Wiku, jadi satu makan tai apakah semua makan t*i? Hahahahaa… Kalau mengingat masa-masa kelam, bahagia, dag-dig-dug, tidak karuan pada hari-hari itu memang RUAAARR BINNAAASAA – pejet! Tapi beneran, sungguh, tidak akan pernah terlupakan, sungguh… Justru, terkadang saya merindukan sarapan pagi atau saat-saat rapat yang diharapkan segera usai, tapi dengan canda/tawa/sepet sana/sini/nye-kil, tiada henti… Terima kasih karena kita telah mengalami rasanya makan t*i bersama! Serta, MPM FISIP, Marendra Cahya Sadikin, Adhi Priamarizki, Risky Heda, dan Victor Simbolon yang telah menjerumuskan dan memaksa saya untuk jatuh cinta pada lembaga yang sering disebut TUHAN itu. Bagaimana lagi? Semakin tinggi pohon itu, semakin tinggi pula angin yang menerpanya. Selamat berjuang! Selanjutnya, Sarah Kasenda, Hilmi Konstatinus, dan Daniel Setiawan, selamat selamat selamat! Kalian bertiga memang yahut! Sukses yaa…
14. Keluarga ADVANCE, Bapak-bapak Terkasih, dari zaman Daywin Prayogo sampai Daniel Karim, harus saya sebut satu-persatu? VALIANT, Genrifinadi Pamungkas, Isna Fachrurrozi, Mohammad Fahmy, Martinus Adhi Pambudi, Satrio Anindito, Ravi Azhari, Risky Heda, Irwan, Adriel Alexander, Yoka Brahma Putra, Irwan, Egi Primayoga, Bonifasius Abiseka, Lion Manalu, Wibowo Anggia, Fahrul Harundani, Hamdan Muhammad, Saptadi, Wilson Saputra, Mufti Zulmi. VALKRIYE, Ilham Azwar, Edhu Erlansyah, Wilson Saputra, Hamdan Muhammad, Saptadi, Fahrul Harundani, Ugy Yusuf, Rinaldi Inal, Cahya Satria, Daniel Samosir, Garry Wicaksono, Muhammad Erwinsyah, Husin Assegaf, Hmmm… Ibu-ibu Tercinta ya; Shitta Apsari, Fiona Ekaristi Putri, Astari Soewondo, Intan Tarigan, Listya Diani, Jennifer Bako. Terima kasih atas berjuta senyum, pelajaran, tawa hingga tangis selama dua tahun terakhir ini. Saya bakal kangen (banget) sama bangun pagi-pagi buta harus cuci beras dengan air zuper dingin, masak ini itu, siang sampe malam di setahun pertama (Bu Shitta dan Bu Pipin). Saya juga bakal kangen (banget) sama bangun pagi-pagi buta dan memaksa Bako dan Nci untuk bergerak dari sleeping bag menuju dapur di pojokkan itu. Saya, Astro, Intan, tinggal ongkang-ongkang kaki, walaupun akhirnya turun tangan, karena mupeng! Hahahaha… Saya tunggu main-main di kesempatan berikutnya! Kemah? Bakdes? LDK? Apapun itu, ajak-ajak yaa… :’)
15. Delegates for the Federal Republic of Germany! Abiseka Putuhena, Valerinne Prayastra Hutagalung, Yusuf Anshori, Desi Vicianna, dan Shyerly Anindia Hariyanto. Akhirnya! Kita telah mencapai Jerman-pasca-perang-dunia-ke-dua… (yang terjadi pada saat Sidang UNFCCC berlangsung, apakah anda ingat?). Mohon maaf dan terima kasih kepada Delegasi Jerman tercinta, atas perjalanan menuju Bonn1-2-3-… sampai Prakdip beres. Dengan harapan persahabatan kita jalan terus ya? Selalu terharu mengingat masa-masa kumpul, yang penting kumpul – walaupun cuma makan, bergosip, ketawa/ketiwi, curhat sana sini, dan marah-marah, tapi kegiatan itu sangat saya rindukan! :’((
16. HI UNPAR, Yohannes Miko Sularso, Theodorus Albertus, Nayana Tantri Dharsono, Andi Ria Deniska (Eks-Ninja!), Rick Joseph Halomoan Pasaribu, Meutia Ananda, Daniel Karim, Gita Kristesia Valentina, Celestinus Hendra, Nesya Hanna Wijaya, Diandra Dewi, Gilimandra Sugiharto, Putu Ayu Natya, Zeva Aulia Sudana, Shyerly Anindia Hariyanto, Desi Vicianna, Gilang Bhaskara, Felisita, Isabela Nadya, Elisabeth Pauli, Pascal Marcel Norotouw, Pricilla Wismoyo, Teresa Sari, Johnny Aditya Yudha, Erick Radiktya, Martina Ayu Christanti, Daniel, Yanny, Yoevieta Rani, Pieter, Jasmond Adi Saputra, Kalista Mathias, Angelia Isabellia, Danur Kristanto, Adinda Meycy, Deviana Dewi, Yusviari Yuwono, Eduardus Eduard (Top-Man-List), Metha Juanita, Norma Mariana, Turin Airlangga, Angelina Lourensia, Jiwa Ramadhan, Cahyo Sugiharto, dan sejagat raya FISIP! Terima kasih atas pengalaman dan kenangan yang indah luar biasa! Ayo, segera lulus, lulus segera! Lezatos!
17. Keluarga HNMUN 2011) Terima kasih karena terus mendukung si Ibu Advance ini, dengan mentolerir kegiatan jalan2, karaokean, shopping, hingga dukungan yang terus bergulir. Terima kasih untuk Shafira Ayunindya, Tribudi Hutomo, Hanum Puti Umari, Yosep Supriadi, Stevi Ariestaputra, Rara Rizal, Noah, Devi Natasia, Della Irwanto, Fajar Alam Putra, Lani Diana, Josefhine Chitra, Made Diangga, Dian Hutami, Dimas, dan Anditya Sudiro, I can’t capture next week’s trip without all of you guys, let’s knock ‘em out!
18. SATRE, Muhammad Yanuar Amantjik, Rizki Bagus Satria, Meiko Monteiro, Meliana Simamora, Kiki Syamsyudin, Johan, Sahdy Yuniar, Lili Yunita, Prianggono, Dimas Raspati, Ramanadi Hasna Dimaja, Stevie Agustine, Intan Tarigan, Riki Firmansyah, Sorta Lidia, Rudiyanto, Rebecca Aurelya, Klara Liona, Bramantya Basuki, Cosa Eranus, dan masih banyak lagi… Terima kasih karena membuat saya belajar hidup dengan lebih ekspresif dan diluar dari pikiran manusia pada umumnya. Saya ingin berlari lagi, membuka kotak lagi, menyimpannya, dan siap menjadi orang lain! “hong wilahong, wilahong, bawono, segolo langgeng” #nahlo! Hahahahahaa…
19. Bapak/Ibu Iwan, Shinta dan Putri, terima kasih banyak, karena telah menjadi keluarga mini yang selalu hadir setiap hari, dengan senyum a’la pepsodent! :D Pak, Bu, terima kasih, anak mu yang lantai atas dan sering berisik ini, akhirnya sudah lulus, berkat doa Bapak/Ibu. Wah, kapan bisa ketemu lagi ya? Nanti kalo Shinta dan Putri sudah besar ya, Pak/Bu. Terima kasih banyak…
20. Hmm, jeng jeng jeng jenggg! Derry Kusnandar, Kuskus, Si Boss, Kumar, Dinding Kost, Uda, Abang, Akhi, Bocah, Kakek, Si Kom, Eyang Kakung, apalagi ya? #bercandabercanda. Siapapun, dialah seseorang itu. Saya (terus berusaha untuk) tidak mengucapkannya. Menyenangkan, karena penuh dengan kenekatan hadir dalam hidup saya, masih nekat juga? Hajar terus? Menyenangkan, mengharukan, sekaligus menyesakan hingga saat ini selalu ada ketika saya yang hanya bisa diam dan kaku, berisik, marah-marah, bawel, cerewet, labil, sampai nangis-nangis. Mungkin kita memang tidak bisa selalu bersama, tapi masa depan ya siapa yang tahu... Perpanjang visa yuk? Ayo, belajar terus tentang hidup, karena hidup memang adalah sebuah pelajaran. Semangat berjuang! Pasti bisa jauh lebih baik ya! (Salam, Bonek).
Terima kasih kepada semua pihak (tanpa terkecuali) yang telah mendukung kelancaran penulisan kali ini.