3.23.2013

Cinta, Keindahan, Kesunyian

Cinta ibarat mata air abadi, yagn selalu mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa dahaga. Bagaikan anggur nikmat, yang manis di bibir, menghangatkan badan, tetapi tidak jarang juga memabukkan.

Cinta menghadirkan keindahan. Bagi pecinta, semua benda menjadi bunga-bunga, yang indah warna-warni dan harum semerbak wangi. Bagi pecinta, semua suara menjadi musik yang mengalun lembut mengetuk gendang telinga, mengalir bersama darah, mengangkat kesadaran membumbung bersama awan. Bagi pecinta, semua gerakan adalah tarian, pucuk daun yang melambai diterpa angin, menarik hati untuk diikuti. Dan bagi pecinta semua tulisan adalah puisi, yang berkisah tentang waktu yang berlalu menuju dunia abadi.

Namun cinta juga menuntut beban. Hakikat cinta adalah kehendak kepada kesatuan. Padahal jatidiri manusia adalah sebuah pribadi. Secara filosofis hanya ada satu subjek: Aku. Kesatuan yang emnjadi tujuan utama cinta, secara ultim adalah kenyatan yagn tidak mungkin. Cinta membawa keterasingan. Terasing dari lingkungan, karena cinta menghasratkan untuk memiliki, dan tidak untuk dibagi.

sumber: Ahmad Norma, dalam Cinta, Keindahan, Kesunyian (Khalil Gibran)

No comments: