11.19.2008

ujarnya bingung.

ketika manusia itu tercipta, seorang diluar sana menangis karena suka.
ketika manusia itu menghilang, seorang diluar sana menangis karena duka.
akankah seseorang bahkan mengetahui kepergianku suatu saat nanti.
dikala semuanya kembali pada dia dan dia.
dapat mendengar, namun tak dapat bersuara.
pekat rasanya otak dan jiwa ini.
ingin pergi dan lari, tapi itu hanya pengecut.
yang hina dina dan berkulit kaku.
kapankah akan mulai dimengerti.?
kapankah akan mulai dipahami.?
seorang sahabat berkata akan hadir dalam suka dan duka.
namun, ketika suka menyentuhnya, lupalah pada sahabat lamanya yang sedang termenung kaku di depan pintu kayu kokoh itu.
darah ini sudah mengepal dan berlendir.
berharap untuk segera keluar dari sayup-sayup angin malam.
hujan yang tetap setia menemani pun akan segera pergi meninggalkan.
suara gukguk melolong makin mencengkeran suasana.
ia dapat melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh kita.
itukah si mechanical girl.?
yang menancapkan alat-alat aneh itu pada sendinya.
akan dapat serasa dan sepenanggungan.
bukan itu mauku.
hanya ingin terpanggil dengan lembut, untuk memastikan apakah aku baik2 sadja.
tapi kapan.?

11.09.2008

memilihmu-Adithya Sofyan

memilihmu perlu persiapan dan mental.
bagai memilih masuk ke sekolah unggulan.
memilihmu bisa makan waktu yang panjang.
satpam depan suruh aku ambil nomor tunggu.
aku tak pernah jadi murid yang terpandai.
menunggu lama slalu mbuatku bosan.
bawa pergi mimpiku berlalu.

i never gonna get you anyway..

memilihmu perlu kemampuan yang total.
gitarku saja tak cukup tuk jadi andalan.
memilihmu terpaksa menjadi pilihan.
hanya dirimu yang mengusik mimpi2ku.
aku tak pernah jadi pilihan yang terbaik.
mungkin aku sebaiknya bangun dari tidurku.
bawa pergi mimpiku berlalu.

i never gonna get you anyway.

kutinggal pesan untukmu.
tak punya banyak waktu.
mungkin dilain waktu.
kau ada waktu untukku.
sekarang waktunya kupergi.

i never gonna get you anyway.

i never gonna get you anyway.

never gonna get you..